oleh

Petani Bolmong Keluhkan Kelangkaan Pupuk

LOLAK, KILAS – Sejumlah petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengeluhkan kelangkaan pupuk sejak 2 bulan terakhir.

J Pelealu satu diantara petani di Dumoga berkata sejak akhir November 2018 sampai saat ini kami belum dapat membeli pupuk. “Pupuk tersebut sangat mempengaruhi hasil produksi pertanian, sebab kalau tidak dipupuk sudah pasti hasilnya tidak maksimal,” keluhnya Selasa (08/01/2019).

Kami meminta keadilan penyaluran bantuan pupuk bagi pemerintah. Sebab sampai saat ini, masih banyak petani yang belum terakomodasi bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong.

Buktinya, banyak petani di Bolmong yang mengeluh tidak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi. Salah satu warga yang meminta namanya untuk tidak di publis, mengaku sedih dan merasa bahwa Dinas Pertanian tidak adil.

“Ya, selaku petani tentu saya merasa Dinas Pertanian tidak adil karena yang lainnya dapat bantuan lalu kenapa yang lain tidak,” ungkapnya sambil meminta namanya tidak ditulis.

Robby Giroth satu diantara anggota dewan Bolmong dan berprofesi sebagai petani di Bolmong juga mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk.

Ia meminta instansi terkait untuk memperhatikan masalah ini karena Kabupaten Bolmong adalah lumbung beras di Sulut. “Bagaimana mana untuk mendapatkan hasil produksi kalau pupuk tidak ada,” ujarnya.

Giroth menyampaikan untuk tidak menahan pupuk yang ada. “Saya datangi langsung tempat penampungan pupuk di Desa Siniyung dan melihat ada banyak pupuk belum disalurkan,” kesalahnya.

Ia meminta agar pupuk tersebut tidak ditahan karena akan berpengaruh bagi petani. Kalaupun untuk membeli petani juga siap membayar karena memang dibutuhkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong Reymon Ratu, mejelaskan, masyarakat yang mendapatkan bantuan bersubsidi hanyalah warga yang masuk dalam kelompok tani.

Kalau yang tidak tergabung dalam kelompok tani tentu tidak dapat bantuan, jadi kalau ada warga yang mengeluh tidak dapat pupuk bersubsidi berarti dia tidak masuk dalam kelompok tani tersebut.

“Untuk mendapat bantuan harus masuk kelompok tani tetapi memang tidak semua,” jelasnya. (Syd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.