oleh

Kodim 1303/Bolmong Gelar Upacara HUT TNI Ke-74

KOTAMOBAGU – Kodim 1303/Bolmong menggelar Upacara HUT TNI Ke-74 yang bertempat di Halaman Makodim 1303/BM, Sabtu (05/10/2019).

Kepala Staf Kodim 1303/Bolmong Mayor Inf Burhan S.Sos bertindak selaku Inspektur Upacara dan Danramil 1303-15/Bintauna Lettu Inf Abdul Han Laydia selaku Komandan Upacara pada Peringatan HUT TNI ke-74 dengan mengangkat Tema TNI Profesional Kebanggaan rakyat.

Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua FKPPI Ibu Fatmawaty Ginano bersama anggota serta pengurus Persit KCK Cabang XV Kodim 1303/Bolmong.

Amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdim 1303/Bolmong Mayor Inf Burhan S.Sos mengatakan, Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, atas segala limpahan karunia-Nya sehingga kita dapat menyelenggarakan upacara memperingati HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia dalam keadaan sehat wal’afiat.

“Kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil TNI di manapun saat ini bertugas dan berada, beserta seluruh keluarga besar TNI, saya ucapkan ”Selamat Ulang Tahun ke-74” dan “Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia”, yang kita cintai dan banggakan bersama,” ucap Mayor Inf Burhan.

“Saya bangga kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI yang telah menunjukkan profesionalitasnya, dalam melaksanakan setiap tugas yang telah dipercayakan rakyat, bangsa dan negara. Saya yakin keluarga dan seluruh rakyat Indonesia juga bangga terhadap profesionalitas TNI-nya. Hal itu harus disyukuri sekaligus menjadi cambuk bagi kita semua untuk berbuat lebih baik lagi. Oleh karena itulah, tema pokok pada kegiatan HUT ke-74 ini adalah TNI Profesional Kebanggaan Rakyat,” Sambung Mayor Inf Burhan.

Lanjutnya, Mayor Inf Burhan yang membacakan amanat panglima TNI mengatakan, Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.

Hal ini telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Konsepkonsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.

“Menghadapi kompleksitas ancaman di atas, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI,” Jelas Mayor Inf Burhan S.Sos saat membacakan amanat Panglima TNI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.