B O L M O N G – – Pasca peristiwa perkelahian antar kampung yang melibatkan warga Desa Tonom Kecamatan Dumoga Timur dan Dusun Tataaran Desa Ibolian Satu Kecamatan Dumoga Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah pemulihan secara terpadu. Hingga Jumat sore ini, situasi keamanan di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi kondusif dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.
Sebagai bentuk keseriusan penanganan pasca kerusuhan, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Wakapolda Sulut) Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., memimpin langsung pertemuan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.55 Wita yang bertempat di teras Klinik Pratama Medika Jaya Ibolian Desa Ibolian Kecamatan Dumoga Tengah.
Wakapolda Sulut hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Sulut, di antaranya Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarsa, S.I.K., Dirintel Polda Sulut Kombes Pol Sugeng Paryitno, serta Dansat Brimob Polda Sulut Kombes Pol Robby Medianus Samban, S.I.K. Dari unsur TNI, turut mendampingi Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto dan Kasi Intel Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Denver Micha Hariaddi Napu.
Rombongan Wakapolda disambut oleh Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf Manase Lomo, S.H., M.IP., Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Lido Ratri Antoro, S.H., S.I.K., Wakil Bupati Bolaang Mongondow Donny Lumenta, S.E., serta Kepala Badan Kesbangpol Setda Kabupaten Bolaang Mongondow Cris Kamasaan.
Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda Sulut menerima laporan singkat terkait kronologis kejadian serta perkembangan situasi terkini dari Kapolres Bolaang Mongondow dan Dandim 1303/Bolaang Mongondow. Wakapolda juga mendengarkan penjelasan langsung dari kepala desa serta pihak keluarga korban sebagai bagian dari pendekatan dialogis dan humanis.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan bahwa penanganan pasca kerusuhan akan dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan prinsip keadilan dan kemanusiaan.
“Kami hadir untuk memastikan situasi kembali aman dan kondusif. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak sesuai aturan, namun kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan menjaga persaudaraan,” ujar Wakapolda Sulut.
Ia juga memerintahkan jajaran Polres Bolaang Mongondow untuk segera melakukan identifikasi terhadap para terduga pelaku, khususnya yang terlibat dalam penggunaan senjata berbahaya.
“Pelaku yang menggunakan senjata, termasuk senapan angin, harus diproses hukum. Selain itu, razia terhadap senjata tajam, minuman keras, dan knalpot brong akan terus dilakukan karena faktor tersebut kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf Manase Lomo menyampaikan bahwa TNI siap mendukung penuh langkah Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Dumoga.
“Kami dari TNI bersama Polri akan terus bersinergi di lapangan. Fokus kami adalah menjaga keamanan warga serta mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 14 orang mengalami luka akibat terkena senapan angin dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, aparat TNI–Polri masih melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di lokasi. Pasukan tetap disiagakan di Koramil 1303-07/Dumoga sebagai langkah antisipasi.





