Manunggal TNI-Rakyat, Babinsa Lolak Dampingi Petani Panen Bawang Merah

Bolmong359 Dilihat

BOLAANG MONGONDOW — Pagi itu, matahari baru saja naik di atas hamparan lahan pertanian Desa Dulangon Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Di antara para petani yang sibuk mencabut bawang merah, terlihat seorang prajurit TNI ikut membungkuk di antara tanaman, menyatu tanpa jarak dengan warga yang sejak pagi memanen hasil kerja keras mereka.

Ia adalah Babinsa Koramil 1303-11/Lolak Serda Obet N.J.A. Tehupuring. Dengan mengenakan seragam dinas lapangan, ia turun langsung membantu proses panen bawang merah milik Jemris Wongkar. Tanpa ragu, ia ikut mencabut, mengumpulkan, hingga membantu merapikan hasil panen bersama para petani, Senin (30/03/2026).

Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar 0,4 hektare dengan hasil yang diperkirakan mencapai sekitar satu ton bawang merah. Bagi warga, panen ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi juga menjadi harapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan ketahanan wilayah (Bintahwil). Namun bagi para petani, kehadiran itu lebih dari sekadar tugas. Mereka merasa diperhatikan dan tidak bekerja sendirian.

Serda Obet mengatakan, keterlibatan dirinya dalam kegiatan pertanian warga merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah binaan.

“Kami ingin selalu hadir bersama masyarakat. Petani adalah bagian penting dari ketahanan pangan. Kalau mereka kuat, daerah juga akan kuat,” ujar Babinsa.

Sementara itu, Pemilik lahan Jemris Wongkar, mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut bekerja bersama para petani sejak pagi. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah warga memberikan semangat tersendiri.

“Kami merasa bangga karena Babinsa selalu ada bersama masyarakat. Kehadiran beliau membuat kami lebih semangat bekerja,” kata Jemris.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kedekatan TNI dan masyarakat di wilayah pedesaan. Di tengah aktivitas panen yang berlangsung tanpa seremoni, kebersamaan antara prajurit dan petani justru menjadi cerita yang paling terasa.

Tinggalkan Balasan