B O L M O N G – – Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar simbol pertahanan negara, tetapi juga wujud nyata pengabdian tanpa batas. Dengan langkah penuh semangat dan dedikasi, Babinsa Koramil 1303-07/Dumoga Sertu I Wayan Dana, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dan kepedulian terhadap warga binaannya melalui kegiatan Kemampuan Teritorial (Puanter).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Sekretaris Desa Werdi Agung Selatan Bapak I Wayan Sumiarta, dengan agenda utama melakukan pendataan serta pengecekan jumlah Kepala Keluarga (KK) dan data kependudukan terkini di wilayah binaan.
Dari hasil pendataan yang dilakukan, tercatat jumlah Kepala Keluarga (KK) di Desa Werdi Agung Selatan sebanyak 479 KK, dengan jumlah penduduk mencapai 1.567 jiwa, yang terdiri dari 792 laki-laki dan 775 perempuan.
Menurut Sertu I Wayan Dana, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab aparat teritorial dalam memastikan data kewilayahan selalu akurat dan terbarui.
“Sebagai Babinsa, kami harus selalu mengetahui perkembangan wilayah binaan, termasuk data kependudukan. Dengan data yang akurat, koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal. Ini juga menjadi sarana silaturahmi agar hubungan TNI dan masyarakat semakin erat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan pendataan ini bukan semata administrasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat komunikasi sosial antara TNI dan perangkat desa. Melalui interaksi langsung, Babinsa dapat memahami dinamika sosial masyarakat serta memberikan dukungan apabila dibutuhkan.
Kehadiran Babinsa di rumah Sekdes pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Diskusi ringan diselingi canda hangat menjadi gambaran nyata bahwa TNI selalu hadir sebagai sahabat rakyat. Pendekatan humanis inilah yang menjadi kekuatan utama pembinaan teritorial di wilayah.
Sementara itu, Bapak I Wayan Sumiarta menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam membantu validasi data kependudukan. Sinergi yang terjalin antara aparat kewilayahan dan pemerintah desa diharapkan mampu menciptakan stabilitas serta mendukung percepatan pembangunan di tingkat desa.









