B O L M O N G – – Di bawah hamparan langit Desa Dulangon yang bersahabat, deru mesin pengolah tanah berpadu dengan semangat kebersamaan. Di lahan pertanian yang masih basah oleh embun pagi, tampak sosok Babinsa berdiri sejajar dengan warga, menjejakkan kaki di tanah yang kelak menjadi sumber penghidupan. Inilah potret nyata pengabdian tanpa sekat, ketika TNI hadir bukan sekadar menjaga wilayah, tetapi ikut menumbuhkan harapan dari balik tanah pertanian.
Bintara Pembina Desa atau Babinsa Koramil 1303-11/Lolak Serda Muh. Tamrin Ebong, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teritorial Wilayah (Bintahwil) dengan membantu masyarakat dalam pengolahan lahan pertanian bawang merah, Sabtu (08/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan ketahanan wilayah, khususnya pada sektor pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Berlokasi di lahan pertanian milik Bapak Wilyam Kabangunan seluas kurang lebih 0,4 hektare, Serda Muh. Tamrin Ebong turun langsung ke sawah bersama warga. Dengan menggunakan alat pengolah tanah, Babinsa tampak aktif mendampingi proses persiapan lahan yang akan digunakan untuk penanaman bawang merah, salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para petani. Pendampingan yang dilakukan merupakan wujud nyata peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, yang senantiasa hadir dan menyatu dengan rakyat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian.
Serda Muh. Tamrin Ebong menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Sebagai Babinsa, kami berupaya selalu hadir dan membantu masyarakat. Ketahanan wilayah tidak hanya soal keamanan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa sejahtera dan mandiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bintahwil ini, Babinsa berharap dapat mendorong semangat gotong royong, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memberikan motivasi kepada petani agar terus mengelola lahan secara optimal. Pendampingan yang berkelanjutan diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan desa dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.









